Blog

arsitektur kekerasan dan teater esai (dari pertunjukan kala teater dan lain-lain) oleh Afrizal Malna

By | 10 Januari 2018|Categories: Artikel, Blog, Teater|

Banjir, sampah, macet, masalah parkir, volusi iklan di jalan, dan Pilkada merupakan masalah kota yang banyak melanda kota-kota masa kini di Indonesia. Sejak tahun 2015, Kala Teater fokus pada masalah-masalah kota seperti ini di Makassar, [...]

Selisih dan Jeda. Senjakala Bayangan Ingatan (Tubuh & Bahasa dalam Teater)

By | 27 Maret 2017|Categories: Blog, Komite, Teater|

Workshop Art Summit Indonesia: Toshiki Okada, 14-16 November 2016, Selasar Sunaryo Art Space, Bandung Oleh Riyadhus Shalihin Tubuh dan kata dalam tradisi teater yang ber-bahasa/teater bahasa, sering dikaitkan secara semena-mena dan langsung, pada ihwal transkripsi [...]

Seni Pertunjukan, Networking dan Hostel Zen

By | 10 Maret 2017|Categories: Blog, Komite, Teater|

Ini perjalanan pertama saya ke Jepang. Musim dingin sebentar lagi akan berakhir. Apa bedanya musim dingin di Eropa dan di Asia? Pertanyaan ini hanya sebuah lintasan untuk pertanyaan lain: kalau di Asia juga punya musim [...]

Catatan Atas Film "Senyap" dan Upaya Rekonsiliasi Peristiwa 1965

By | 28 April 2015|Categories: Blog, Film|Tags: |

Dari sekian banyak film yang bercerita tentang peristiwa 1965 dengan bahasa dan interpretasinya masing-masing, terdapat 4 film yang durasinya cukup panjang: Pengkhianatan G.30.S/PKI karya Arifin C. Noer, 40 Years of Silence karya Robert Lemeson, The Act of Killing dan The Look of Silence keduanya karya Joshua Oppenheimer di mana film yang terakhir disebut baru saja kita saksikan bersama.

Mereka Muda dan (Semoga Jadi) Berbahaya

By | 1 Desember 2014|Categories: Blog, Seni Rupa|Tags: |

OLEH: Oming Putri Akhirnya, setelah dua minggu mengikuti workshop kuratorial di Dewan Kesenian Jakarta dan Ruang Rupa, 10 kurator muda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mempresentasikan proposal pameran mereka di Galeri Cipta III [...]

Kata Bang Fay ; “Peraslah” Karya Hingga Ketemu “Minyaknya”

By | 21 November 2014|Categories: Blog, Seni Rupa|Tags: |

Oleh: I Made Susanta Dwitanaya Memasuki hari ke 4, Lokakarya Kritik Seni Rupa dan Kurator Muda Indonesia, menampilkan sejarawan Hilmar Farid sebagai pemateri. Hilmar Farid atau yang akrab disapa Fay, berbicara tentang kajian budaya visual [...]