Mengajipun Jadi Alasan
Seperti juga kegiatan Lampion Sastra yang digelar setiap bulannya di Sanggar Baru, pembacaan cerpen-cerpen karya para sastrawan mumpuni tahun 50an, 13 April 2007 yang lalu
‘Sihir’ Calvin Memang Sakti
248 penulis novel telah beradu pada Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2006 dan ia keluar sebagai pemenang termuda dari pemenang lainnya. Kisah sihir ‘Jukstaposisi’
Asrul Sani: Puisi Gigantis dan Cerpen Rumah
Dalam salah satu esainya mengenai puisi Angkatan 45, atau dengan kata-katanya disebut sebagai “generasi saya sendiri”, Asrul Sani menulis: “Kita harus sampai pada puisi ‘gigantis’
Asrul Sani, Sebuah Fragmen Keadaan
Barangsiapa tidak melawan kelampauan, maka dia akan hancur. (Gafar, dalam Lewat Djam Malam (1954)) Masa lalu adalah ingatan. Sekerumunun bayang-bayang yang selalu mencoba datang. Dalam
Teater Asrul
Warisan terbesar dari seseorang yang mendera dirinya untuk mencapai wilayah jelajah begitu luas adalah peta yang jauh dari selesai. Ini selalu seperti kutukan kartografi, sejak
Mengukur Jarak Keinginan
ASRUL SANI adalah dosen saya ketika saya studi di ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia) tahun 1968. Yang paling menarik perhatian saya adalah sikap para dosen
