Asrul Sani, Sebuah Fragmen Keadaan
Barangsiapa tidak melawan kelampauan, maka dia akan hancur. (Gafar, dalam Lewat Djam Malam (1954)) Masa lalu adalah ingatan. Sekerumunun bayang-bayang yang selalu mencoba datang. Dalam
Teater Asrul
Warisan terbesar dari seseorang yang mendera dirinya untuk mencapai wilayah jelajah begitu luas adalah peta yang jauh dari selesai. Ini selalu seperti kutukan kartografi, sejak
Mengukur Jarak Keinginan
ASRUL SANI adalah dosen saya ketika saya studi di ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia) tahun 1968. Yang paling menarik perhatian saya adalah sikap para dosen
Pokoknya Semua Dikerjakan Sendiri
Inikah bukti kemandirian komikus Indonesia ‘baru’? Mulai dari ide cerita, ilustrasi, memperbanyak dengan fotokopi dan menjualnya harus dilakukan sendiri! Bahkan yang menikmati juga hanya seputar
