Asrul Sani: Puisi Gigantis dan Cerpen Rumah
Dalam salah satu esainya mengenai puisi Angkatan 45, atau dengan kata-katanya disebut sebagai “generasi saya sendiri”, Asrul Sani menulis: “Kita harus sampai pada puisi ‘gigantis’
Dalam salah satu esainya mengenai puisi Angkatan 45, atau dengan kata-katanya disebut sebagai “generasi saya sendiri”, Asrul Sani menulis: “Kita harus sampai pada puisi ‘gigantis’
Barangsiapa tidak melawan kelampauan, maka dia akan hancur. (Gafar, dalam Lewat Djam Malam (1954)) Masa lalu adalah ingatan. Sekerumunun bayang-bayang yang selalu mencoba datang. Dalam