Densiel Prisma Y. Lebang

Densiel Lebang merupakan seniman tari, koreografer, performer, dan praktisi budaya yang berbasis di Jakarta. Ia menempuh pendidikan Sarjana Seni Tari dan Magister Seni Urban dan Budaya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Praktiknya mengeksplorasi kompleksitas konteks urban/perkotaan, isu sosial, migrasi, serta pengetahuan budaya lokal melalui pendekatan observasi, riset desain budaya, dan intermedialitas. Saat ini, ia berkiprah sebagai Tim Kreatif di Indonesian Dance Foundation, serta Sekretaris dan Pengajar Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan IKJ.

Sejak 2013, Densiel aktif sebagai seniman independen dan berkolaborasi dengan seniman serta berbagai lembaga seni di Indonesia maupun internasional. Sejumlah karyanya antara lain #NEEDMOREINTERACTION, Let’s Talk, Inhibition, M I S S, Bodily/Physical/Material, dan Another Body-Another Space-Another Time yang membawanya sebagai nominasi Tokoh Seni pilihan Tempo tahun 2021. Karya-karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai festival dan program seni pertunjukan di Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, India, Thailand, Amerika Serikat, Singapura hingga Canada, sekaligus dikembangkan melalui kerja kolaboratif dan riset lintas medium.

Dalam perkembangan praktiknya, Densiel juga mengembangkan karya yang mempertemukan tari, film, arsitektur, visual, seni pertunjukan, yang berakar pada ingatan pribadi maupun kolektif dan pengetahuan budaya. Pada 2022, ia memenangkan kompetisi Indonesia Bertutur dan menampilkan Leang: Redesign Culture dalam penutupan G20 di Candi Borobudur. Ia kemudian mengembangkan karya Barricade dalam program Undisclosed Territory dan Ma’ Bua’, serta menjalankan rangkaian eksplorasi artistik melalui Konjo Project yang dipresentasikan di sejumlah kota dan forum internasional. Perjalanan tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam pengembangan praktik tari kontemporer sekaligus eksplorasi hubungan antara seni, budaya lokal, dan konteks sosial.