Berto Tukan
Berto Tukan adalah seorang penulis dan peneliti lepas kelahiran Larantuka, Flores Timur dan kini berdomisili dan bekerja di Jakarta. Berto banyak bekerja di ranah seni rupa kontemporer dan sastra. Bukunya yang telah terbit adalah Seikat Kisah Tentang yang Bohong (kumpulan cerpen, 2016), Sudah Lama Tidak Bercinta Ketika Bercinta Tidak Lama (kumpulan puisi, 2018), Aku Mengenangmu dengan Pening yang Butuh Panadol (kumpulan puisi, 2021), Kita #dirumahsaja dan Khawatir Akan Dunia (kumpulan puisi, 2021), Bercermin pada Yang Sudah: Kumpulan Esai Budaya dan Seni (kumpulan esai, 2025) dan Pada Tengah Malam Peradaban: Walter Benjamin tentang Seni dan Budaya (2026).
Selain cerpen dan puisi, ia juga menulis di sejumlah esai di pelbagai media massa cetak maupun daring, serta banyak terlibat di dalam penelitian seni rupa. Pernah aktif sebagai peneliti di Remotivi dan beberapa kali menjadi periset untuk beberapa program dari Dewan Kesenian Jakarta, misalnya, program untuk penerbitan buku Seni Rupa Indonesia dalam Kritik dan Esai (2012) serta program Penelitian Karya Ilmiah Seni Rupa di Tiga Kota (Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung). Bersama beberapa kawan pernah menerbitkan media cetak alternatif, seperti Pendar Pena, Problem Filsafat, dan Dada Terbit. Pada 2015, ia bergabung dengan ruangrupa dan tetap aktif di kolektif seni itu hingga kini. Ketika ruangrupa bersama Serrum dan Grafis Huru Hara mendirikan Gudskul Ekosistem pada 2018, Berto pun ikut terlibat dan aktif di sana hingga kini.

