Keterbatasan ruang untuk membaca dan memperbincangkan film tari (dance film) sebagai praktik koreografi masih menjadi persoalan dalam perkembangan ekosistem tari dan sinema di Indonesia.

Padahal, perkembangan teknologi digital telah memperluas kemungkinan film tari dalam menghadirkan tubuh dan gerak. Film tari tidak lagi sebatas dokumentasi pertunjukan, tetapi telah menjadi medium yang memungkinkan tubuh digandakan, dijeda, diperlambat, ditransformasi, dan diolah kembali menurut kaidah-kaidah digital melalui kamera serta penyuntingan.Perubahan tersebut membuka cara baru dalam memahami koreografi — sejalan dengan gagasan POSTCHOREOGRAPHY yang memandang koreografi bukan sekadar penataan gerak, melainkan jaringan relasi antara tubuh, teknologi, dan pengetahuan — sekaligus menuntut hadirnya ruang yang mampu membaca perkembangannya secara kritis, edukatif, dan lintas disiplin.

Dalam konteks tersebut, International Dance Film Festival atau IMAJITARI 2026 diselenggarakan oleh Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai ruang pertemuan antara praktik film tari, pengetahuan, dan publik. Mengusung tema “RE-EMBODY”, IMAJITARI 2026 merupakan bagian dari artikulasi payung kuratorial POSTCHOREOGRAPHY Komite Tari DKJ periode 2026–2029.

Sejalan dengan payung kuratorial tersebut, IMAJITARI tidak hanya menjadi ruang kompetisi dan pemutaran film, tetapi juga wahana untuk mempertanyakan kembali koreografi sebagai praktik yang melampaui panggung dan melibatkan relasi antara tubuh, teknologi, ruang, pengetahuan, serta penonton. Melalui tema “RE-EMBODY”, festival ini mengajak publik membaca kembali bagaimana tubuh hadir, menyimpan memori, bernegosiasi dengan tubuh digital dan krisis ekologis, serta menjadi arsip sekaligus proyeksi masa depan.

Untuk memperluas percakapan tersebut, IMAJITARI 2026 menghadirkan rangkaian program yang mempertemukan seniman, filmmaker, akademisi, peneliti, komunitas, dan publik. Diskusi dan workshop menjadi bagian penting dalam memastikan sirkulasi pengetahuan film tari, baik melalui pembacaan terhadap karya maupun pembahasan proses kreatifnya. Program-program ini secara eksplisit membingkai koreografi sebagai metode berpikir dalam kuratorial POSTCHOREOGRAPHY.

Dengan demikian, penyelenggaraan IMAJITARI diperlukan bukan semata untuk menghadirkan karya film tari, tetapi juga untuk membangun diskursus, memperluas apresiasi, serta merawat jaringan pengetahuan dan infrastruktur budaya film tari yang berkelanjutan.

Komite Tari DKJ mengundang publik untuk berpartisipasi dalam IMAJITARI 2026: RE-EMBODY

Kriteria Submisi

  • Film berdurasi 1–10 menit.
    Film di luar durasi tersebut tidak akan dinilai dalam sesi kompetisi.
  • Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu film.
  • Biaya pendaftaran gratis.
  • Film diproduksi di seluruh dunia.
  • Film diproduksi maksimal 3 (tiga) tahun sebelum tahun penyelenggaraan festival.
  • Peserta terpilih wajib memastikan materi penayangan tersedia sepanjang periode festival melalui tautan yang tersedia pada laman IMAJITARI.
  • Setelah resmi terpilih, film tidak dapat ditarik dari program festival.
  • Jadwal dan format penayangan ditentukan sepenuhnya oleh festival.
  • Kegiatan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.

Format Penayangan

  • Berkas video digital QuickTime (.mov).
  • Disarankan menggunakan codec Apple ProRes atau H.264.
  • Hanya menerima format proyeksi satu kanal.
  • Materi fisik dapat diminta jika film terpilih.

Kebijakan Bahasa

  • Semua film akan diputar dalam bahasa asli.
  • Jika bahasa lisan bukan bahasa Inggris, subtitle bahasa Inggris wajib disertakan.
  • Jika bahasa asli film adalah bahasa Inggris, tetapi subtitle belum dilekatkan, peserta wajib mengunggah file transkripsi subtitle melalui formulir submisi.

Izin Penggunaan dan Pengarsipan

Dengan mengirimkan film, pembuat karya memberikan izin kepada IMAJITARI untuk:

  • Menayangkan film dalam festival.
  • Menyimpan karya untuk kepentingan arsip IMAJITARI.
  • Menampilkan kutipan, still, atau dokumentasi film pada platform resmi IMAJITARI.

Seluruh penggunaan materi film bersifat non-komersial, edukatif, arsip, dan kontekstual.

Materi Submisi

Peserta diwajibkan menyerahkan:

  • Tautan preview daring atau DVD screener jika diminta panitia.
  • Film dalam versi final.
  • Tautan preview online melalui formulir resmi.

Catatan

  • DVD screener tidak akan dikembalikan.
  • IMAJITARI tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan dalam materi yang dikirimkan.
  • Seluruh teks program tertulis tunduk pada kebijakan editorial festival.
  • Pengiriman dan partisipasi film pada IMAJITARI 2026: RE-EMBODY menunjukkan penerimaan penuh terhadap panduan dan persyaratan festival.
  • IMAJITARI berhak menggunakan cuplikan film terpilih, maksimal 3 menit atau 10% untuk film pendek, serta gambar still untuk tujuan promosi di seluruh platformnya.
  • Film-film terpilih akan diumumkan melalui email terdaftar dan situs resmi festival.
  • Untuk keperluan katalog festival, peserta yang karyanya terpilih wajib menyerahkan seluruh materi yang diminta setelah menerima konfirmasi resmi.
  • Keputusan panitia bersifat final dalam hal-hal yang tidak diatur secara eksplisit.

Tenggat dan Pendaftaran

Tenggat waktu submisi: 20 September 2026

Untuk mengirimkan film, lengkapi formulir submisi di:
https://filmfreeway.com/imajitari

Setiap karya yang lolos kompetisi akan diputar di Festival IMAJITARI dan mendapatkan fee screening sebesar IDR 1.200.000.