Perkembangan artistik dalam praktik seni pertunjukan semakin kompleks dalam beberapa tahun terakhir. Kompleksitas ini membuat tubuh tidak lagi dipahami hanya sebagai medium ekspresi, tetapi juga menjadi pusat pengalaman yang berkelindan atau terjalin erat dengan ruang hidup, lingkungan, serta dinamika kehidupan bersama.

Praktik koreografi kemudian berkembang sebagai cara membaca bagaimana keberadaan tubuh terus terbentuk melalui keterhubungannya dengan ruang, materialitas, dan relasi sosial yang senantiasa berubah.

Situasi ini memunculkan kebutuhan akan ruang yang memungkinkan praktik artistik berproses lebih mendalam dan berkelanjutan. Ruang semacam ini membuka peluang untuk menjajaki cara lain dalam memahami hubungan antara tubuh, lingkungan, dan warga sebagai bagian dari pengalaman kolektif yang terus bergerak.

Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengundang para seniman tari untuk mengikuti Artistic Development sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut. Program ini dirancang sebagai ruang inkubasi yang memberi waktu bagi seniman untuk mengolah gagasan, menguatkan pendekatan artistik, serta merawat proses yang berangkat dari kedekatan dengan konteks.

Melalui lensa tubuh, ekologi, dan warga, Artistic Development membuka kemungkinan bagi peserta untuk membaca kembali cara kerja praktiknya masing-masing. Proses ini berlangsung melalui berbagai bentuk kegiatan, mulai dari lokakarya terfasilitasi, riset artistik mandiri, hingga bentuk kerja lain yang relevan dengan agenda pertumbuhan gagasan setiap peserta.

Program ini ditujukan bagi seniman tari yang berada pada fase awal hingga menengah dalam perjalanan praktiknya. Fokus program adalah mendukung peserta yang tengah membangun fondasi metodologi kerja sekaligus memperluas arah praktik melalui ruang inkubasi yang reflektif dan berbasis proses.

Simak syarat dan ketentuannya:

Persyaratan Peserta

  • Berusia minimal 18 tahun
  • Berdomisili di wilayah Jabodetabek
  • Memiliki pengalaman praktik artistik sekitar 2–4 tahun (fase bibit–potensial)
  • Sedang berada pada proses pengembangan praktik secara aktif
  • Memiliki dorongan untuk memperdalam konteks praktik, termasuk keterkaitannya dengan sejarah tari serta lingkungan sosial-budaya yang melingkupinya
  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian program secara penuh

Program ini akan memilih maksimal 5 peserta untuk mengikuti proses program secara intensif.

Fasilitas Program

Peserta terpilih akan memperoleh fasilitas sebagai berikut:

  • Lokakarya pengembangan pertunjukan bersama narasumber yang relevan, dilengkapi forum tematik
  • Pendampingan artistik selama masa inkubasi, termasuk ruang dialog dan umpan balik terhadap perkembangan praktik peserta
  • Subsidi produksi untuk pendalaman praktik, guna mendukung eksplorasi artistik dalam skala proses
  • Ruang berbagi proses (karya-sedang-tumbuh) sebagai bagian dari artikulasi perkembangan praktik kepada publik terbatas

Bentuk dan Metode Kegiatan

Program Artistic Development dilaksanakan melalui pendekatan inkubasi berbasis proses yang mencakup:

  • Laboratorium praktik dan eksplorasi artistik mandiri
  • Percakapan bersama narasumber yang relevan
  • Sesi refleksi dan diskusi terfasilitasi
  • Pendampingan artistik oleh fasilitator
  • Pertukaran pengetahuan antar peserta
  • Presentasi proses (karya-sedang-tumbuh)

Metode yang digunakan menekankan pembelajaran horizontal, kerja mandiri maupun kolektif, serta pengembangan praktik yang bertumpu pada pengalaman langsung dan refleksi kontekstual. Pendekatan ini memungkinkan setiap peserta mengembangkan cara kerjanya sendiri, sekaligus membuka ruang dialog terhadap berbagai perspektif yang hadir sepanjang program berlangsung.

Daftar sekarang di:
https://bit.ly/PanggilanTerbukaArtisticDevelopment

Batas akhir pendaftaran Artistic Development: 4 April 2026 pukul 23:59 WIB