Dewan Kesenian Jakarta | Jakarta Arts Council

Lintas Media – Menatap Bahasa (Performance Art Sharing)

Loading Events
This event has passed.

Komite Teater DKJ bekerjasama dengan PADJAK (Performance Art di Jakarta) mengadakan Lintas Media edisi kedua. Forum performance art sharing ini mengambil bahasa sebagai tema yang hampir tidak pernah mampir dalam proyek-proyek seni pertunjukan.

Bahasa bisa kita alami sebagai objek dalam bentuk suara, bunyi, bentuk-bentuk huruf, sekumpulan tanda-tanda. Dalam skala tertentu, bahasa kita pandang sebagai identitas, akar majemuk yang menyimpan arsip peradaban maupun memori kolektif. Kawasan Nusantara memiliki bahasa yang begitu beragam dengan jumlah yang hampir tidak terpahami: apa arti bahasa bagi sub-sub etnis di Indonesia? Dimanakah posisi bahasa ibu sekarang ini? Apakah kita bisa hidup di luar bahasa? Bahasa sebagai teknologi media pertama yang kita kenal, kini mulai kita alami dalam arti positif maupun negatif, berhadapan dengan teknologi digital yang akan banyak mengubah institusi budaya yang pernah kita kenal.

Aksi performatif Lintas Media – Menatap Bahasa ini diadakan pada:

Sabtu, 6 Agustus 2016
Pukul 15.00-22.00 WIB
Tersebar di area Taman Ismail Marzuki dengan titik koordinasi di Galeri Cipta III

Peserta Performance Art:

  • Alfiah Rahdini (Bandung)
  • Aliansyah Caniago (Bandung)
  • Dapeng Limo (Malang)
  • FJ Kunthing (Yogyakarta)
  • Luna Dian Setya (Solo)
  • Nani Sawitri (Losari)
  • Padjak (Jakarta)
  • Roy Julian (Jakarta)
  • Sakinah Alatas (Jakarta)
  • Syska La Veggie (Surabaya)
  • Tamara Pertamina (Yogyakarta)
  • Taufik Darwis (Bandung)

Aksi performatif tersebut dilakukan berdasarkan lokakarya yang diadakan pada 4-5 Agustus di Galeri Cipta III, TIM. Materi yang diberikan pada peserta lokakarya tersebut adalah Menatap Bahasa yang difasilitasi oleh PADJAK dan Topeng Losari yang diampu oleh Nani Sawitri (Pewaris Tari Topeng Losari).

Jika ingin mengikuti lokakarya tersebut sebagai peserta pasif, bisa langsung hubungi PADJAK 0812 992 4113 (Dwinanda) atau melalui email dwinanda_ak@yahoo.com.

[accordian divider_line=”” class=”” id=””]
[toggle title=”Poster Lintas Media – Menatap Bahasa” open=”no”]

lintas-media-menatap-bahasa-poster

[/toggle]
[/accordian]

[accordian divider_line=”” class=”” id=””]
[toggle title=”Profil Performer” open=”no”]

alfiah-rahdini

Alfiah Rahdini (Bandung)

Kelahiran 13 Februari 1990. Menempuh pendidikan seni di Program Studi Seni Patung FSRD Institut Teknologi Bandung, setelah sebelumnya di Jurusan Seni Rupa, Fakultas Seni & Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia. Beberapa pameran dan acara berkesenian yang pernah dikerjakan dan diikuti, antara lain: Experimental Art Presentation, Lawangwangi Gallery, Bandung.  Minimartnow, Pasar Seni ITB 2014, Bandung. 15x15x15 Mini Art Project, Galeri Soemardja ITB, Bandung, 2016. Project Director ILUBIUNG PROJECT #1 & 2.

 

 

aliansyah-chaniagoAliansyah Caniago (Bandung)

Lahir 1987. Tinggal dan bekerja di Bandung. Menempuh pendidikan Seni Lukis di FSRD Institut Teknologi Bandung. Aktif berkarya seni site spesific, instalasi dan durational performances. Proses berkaryanya berbaur dengan komunitas-komunitas dan mengembangkan karya seni yang menyatu dengan masyarakat, memasuki area tertentu dan coba memperbaiki kerusakan lingkungan. Ia telah ikut serta dalam beberapa acara pameran bersama dan acara performance art di dalam dan luar negeri. Di dalam kerja artistiknya, Aliansyah adalah salah satu pendiri Ruang Gerilya, sebuah artist collective space di Bandung, yang memiliki platform mengembangkan karya-karya eksperimental dan fokus dalam kerja seniman berbasis proses dan riset. Di ruang ini juga diadakan program diskusi, artist talk, dan workshop yang menyertai sebuah pameran. Ia meraih penghargaan The Winner of Bandung Contemporary Art Award 2015, Bandung, Indonesia. Baru saja menyelesaikan program residensi di Cemeti Art House, Yogyakarta, dan  program residensi di Villa Iris Santander, Spanyol, sebuah Visual Art Workshop bersama dengan Joan Jonas. Beberapa pengalaman dan proyek seni yang telah diikuti dan dikerjakan, 2016 Southeast Asia Forum; Sensing The City – Artist as a Seismograph, Artstage Singapore. Transit #3, ROH Project, Jakarta.   Pasang Air #2, Cemeti Art House, Yogyakarta. Landscape; Bird Feeder, Villa Iris Santander, Spanyol. Con(tra)septual Art; Paintings, Michael Janssen Gallery, Singapur. 2015 Belfast International Performance Art Festival 2015, Glassbox Gallery Belfast, Northern Ireland. 2013 Asiatopia 15, Nan Province and Bangkok Art and Culture Centre, Thailand. Website: aliansyahcaniago.yolasite.com

 

dapeng-limo

Dapeng Limo (Malang)

Memiliki latar belakang seni lukis yg kemudian berekplorasi lebih lanjut menciptakan karya intalasi dan performance art. Beberapa kali pameran seni dan performance art seperti di Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya Solo dan Malang. Tergabung dalam kelompok Meizhtruation Performance, penggiat Malang Performance Art.dan sebagai event organisiator seperti Kandang Kebo Art Festival, Urban Boulevard Art Event, Romantisme Goudbye, PAMAfest yg tahun ini memasuki tahun ke-7 dan lain lain. Tahun 2015 melakukan pameran tunggal di Semeru Art Gallery, Malang. Sekarang aktif dengan Komunitas GUSAR DAUN yaitu kelompok muda mudi di kampungnya yg fokus dengan isu urban kota.

 

fj-kuntingFJ Kunthing (Yogyakarta)

Kelahiran Sragen, 26 Juni 1982. Acara berkesenian yang telah dikerjakan dan diikuti berupa pameran seni rupa dan performance art, antara lain Performance art “REWIND ART” di Galeri Nasional, Jakarta. Perfomance art “Kamisan” bersama   KONTRAS di depan Istana Negara, “Menggaruk Pantat Buaya” Versus Jakarta Performance art di Taman Ayodya, Kebayoran Baru, Jakarta. Performance Art Collaboration Project#0 (Indonesia,Japan) Project di Sentong Seni Srengenge,Yogyakarta. Performance art di PADJAK (Performance Art di Jakarta) Kota Tua Jakarta, Live Performance Art “Lupa Rupa” Jogja Nasional Museum, Yogyakarta, DGTMB Versus Project “Rebel Behel” Greenhost Hotel (2016) dan Pameran Tunggal “Matahari Ke 12089 Self Diagnose #1” DGTMB Versus Project , Yogyakarta (2015).

 

luna-dian-setya

Luna Dian Setya (Solo)

Lahir 31 Januari 1993 di Surakarta. Lulusan jurusan  Seni Rupa Murni, FSRD, Universitas Sebelas Maret. Aktif dalam pameran seni dan seni performans (performance art) sejak 2010. Karya-karyanya banyak terinspirasi dari fenomena sosial, issue gender, kepercayaan dan mitologi. Memiliki kecenderungan untuk memunculkan masalah personal seperti kegelisahan dan pertanyaan-pertanyaan batin yang kemudian diolah menjadi lebih universal dalam karya. Ia tertarik dalam membuat bentuk baru dari perasaan-perasaan dan apa yang dipercayainya melalui karya drawing  maupun seni performans. Aktif sebagai volunteer di Undisclosed Territory Performance Art Event yang diselenggarakan setiap tahun. Beberapa aktivitas berkesenian yang pernah dikerjakan dan diikuti, antara lain On Paper Media Art Exhibition (2016), HH Art Space – Surakarta, Pameran Sketsa Drawing, Cafe Retro – Surakarta, Performance Art  pada  Deklarasi Ring Of Performance – Jaringan Performance Nusantara, Melting Pot Eatery & Cafe Yogyakarta (2016), Undisclosed Territory #9 , Padepokan Lemah Putih – Surakarta, “Veminim” Kolaborasi Perupa Muda Perempuan , Kepatihan Art Space – Surakarta.

 

nani-sawitri

Nani Sawitri (Losari)

Lahir 5 Juni 1977. Menempuh pendidikan seni (S1) di Jurusan Seni Tari di STSI Bandung. Beberapa pengalaman berkesenian yang pernah dikerjakan dan diikuti antara lain 2016 Showcase Eropalia, Yogyakarta, Festival Tirta Amerta, Karanganyar, Parent Gathering with Kak Seto – Radar Cirebon, Drama Musikal “Semangat Membangun Negeri” dalam acara Perayaan Cap Go Meh, Jakarta, Srawung Candi, Karang Anyar. 2015: Asia Tri Japan, Tokyo, Frankfurt Book Fair, OZ Asia Festival, Adelaide – Australia, Festival  International Gunungan Topeng & Wayang 2015, Bandung, International Rain Festival Solo. 2014: Malang Dance Festival, Gunungan Festival Bandung, Toraja International Festival. Aktif menggeluti Tari Topeng Losari, mengajar dan meregenerasi dengan membuka Sanggar Tarinya di Losari. Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya, antara lain: Penghargaan SATYA LENCANA dari Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (2011) Penari Muda Terbaik dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri (2004), Penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat kepada Nur Anani M Irman, S.Sen sebagai Pimpinan Sanggar Seni Budaya Purwa Kencana Kabupaten Cirebon atas Partisipasi dan dedikasi pada kegiatan “Lintas Propinsi” di Cilacap Jawa Barat (20-22 Mei 2013).

 

padjak

PADJAK (Jakarta)

adalah sebuah inisiatif untuk mengembangkan performance art, live art dan happenings di ibukota Indonesia, Jakarta dalam bentuk riset, praktik, tulisan dan dokumentasi. Komunitas PADJAK mengadakan performance di ruang publik setiap tiga bulan sekali, dan diskusi performance art (Meja PADJAK) setiap dua bulan sekali. Selain seniman-seniman performance art dari Jakarta, kegiatan PADJAK juga sering diikuti aktivis-aktivis performance art dari Bandung, Malang, Yogyakarta, Karawang, Lampung, dan Surabaya. Para penggiat dan seniman yang pernah tampil dalam PADJAK diantaranya adalah Abe Sjahroel, Adek Ceeguk, Aliansyah Caniago, Angga Wijaya, Argha Yudha Prathama, Arif Darmawan, artery/. Braga Ariya Bimantara, Dani Dian, Dapeng Limo, Dedet Yusri, Dendi Madiya, Dylan Christiawan, Dwinanda Agung Kristianto, Enny Asrinawati, Fandy Firdaus, FJ Kunthing, Galuh Tulus Utama, Hamzah Muhammad, Hendra Setiawan, Jacquelyn Soo, Juan Ersad, Kelvin Atmadibrata, Rr. Metta P. Wardhani, Miftahul Hidayat, Mimi Fadmi, Mohamad Haryo Hutomo, Ratu R. Saraswati, Ridwan Rau-Rau, Rudi Abdalah, Safir Islami, Santo Klingon, Tamara Pertamina, Wibi Rizqi Triadi. Acara yang telah diadakan, antara lain: PADJAK #1 – 8 di ruang publik, ruang seni, dan beskem komunitas, NIR-ABSOLUT Performance art Showcase (di Japan Foundation, Jakarta, 2015). Website: www.padjak.yolasite.com.

 

roy-julian

Roy Julian (Jakarta)

Lahir di Jakarta, 1 Juli 1975. Pendidikan Terakhir: Sastra Inggris, UNAS. Berkesenian sejak bergabung di Teater Ghanta, UNAS pada tahun 1996. Sejak saat itu mulai mempelajari keaktoran, penyutradaraan dan penulisan. Selepas kuliah, pada tahun 2002 dan seterusnya, mulai bergabung dengan beberapa kelompok teater independen di Jakarta seperti Kelompok Teater Kami, Teater Kanvas, Bandar Teater Jakarta, dll. Kemudian pada tahun 2008 membentuk kelompok teaternya sendiri yaitu Kantor Teater, yang hanya mementaskan karyanya di ruang-ruang publik. Beberapa pertunjukan dan aktivitas berkesenian yang pernah dipentaskan dan diikuti: “Malam Terakhir” karya Yukio Mishima (2000) produksi Teater Ghanta, sebagai Aktor dan Sutradara, “Revolusi Dalam Kotak” karya Roy Julian (2002), produksi Teater Ghanta sebagai Sutradara, “Menunggu Godot” karya Samuel Beckett, (2015) produksi Kelompok Teater Kami, sebagai aktor, “Mangkuk Bakus: usai hujan sendok garpu” karya Ugeng T. Moetidjo, produksi Bandar Teater Jakarta, sebagai aktor. Beberapa performance art bersama Kantor Teater sepanjang 2013-2015: “A Private Room”,”Dog Day Afternoon”, “Monster Cafe”, “Gregettarium” “Body Exit”, “The Pain(t) Killers, “Kaleidoskop Tubuh” dan masih banyak lagi, yang semuanya dimainkan di ruang-ruang publik. Menerbitkan buku puisi “Meditasi Sebotol Bir” pada tahun 2014.

 

sakinah-alatas

Sakinah Alatas (Jakarta)

Lahir di Jakarta, 1994. Menempuh pendidikan Seni Rupa di Universitas Negeri Jakarta. Beberapa aktivitas berkesenian yang pernah dikerjakan dan diikuti antara lain: Why Can’t We be Friends?, Qubicle Centre, Jakarta (2016). Kolkata International Performance Art Festival (2015), Stitching The Gap-ICFAM, Waga Gallery, Jakarta. Vemme Fatalle –Buka Warung , ruangrupa, Jakarta, KULTUR, Art:1 Mondecor Gallery, Jakarta, Up-Realistic, UNJ, Jakarta, Nalar Sensasi Seni, National Gallery of Indonesia, Jakarta. 2014: Jakarta 32° , Historia café kota tua, Jakarta, Negative Solution, Waga Gallery, Jakarta, #KACF2014, 678 Gallery, Jakarta, 15x15x15 Miniart Project, Soemardja Gallery, Bandung. 2013: KARTINI, UNJ, Jakarta, Kebersamaan, UNY, Yogyakarta, Be Loved Eyang, UNJ, Jakarta, Reflection, UNJ, Jakarta. 2012; Sama Rasa Sama Rata, UNJ, Jakarta. 2015: anggota ICFAM (Indonesia Contemporary Fiber Art Movement) dan anggota Buka Warung (Collective of Women Artists).

 

syska-la-veggie

Syska La Veggie (Surabaya)

Bernama asli Syska Liana,  lahir di Surabaya, 18 Maret 1989. Berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi- Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) jurusan Broadcasting, juga sebagai mahasiswa jurusan Seni Murni di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Aktif dalam beberapa komunitas, seperti Teater Lingkar, Komunitas Orang Penggemar Indie film (KOPI), dan Komunitas Scribble Mania. Beberapa kali berkarya dalam bentuk performance art, pementasan teater, film, pameran seni rupa, dan sastra. Selain itu aktif dalam berbagai kegiatan seni, juga menjadi make up Artist dalam beberapa kegiatan seperti teater, film/videografi dan iklan. Beberapa pengalaman berkesenian, antara lain: “Dear God”, Monolog teater, Pementasan diklat Teater Lingkar Surabaya (2010). “Taukah Kau?” Performance art feat Herdiansyah Ryan. Malam Sastra Teater Lingkar Surabaya di STIKOSA-AWS Surabaya (2011), “How I Love You Mom” Performance art bersama ILLUMI, Hari Ibu di Warung Art Kelir Surabaya (2013), “Save KBS” Performance art bersama komunitas Surabaya Performance Art, di depan patung Suri dan Boyo Kebun Binatang Surabaya (2014). Lainnya: “Rekonstruksi Vagina” Performance art feat Senja Arumingratri, Surabaya Performance Art ‘Hening’, di Galeri DKS (Dewan Kesenian Surabaya) Balai Pemuda Surabaya (2015), “Negeri Komodifikasi” Performance Art feat Senja Arumingratri, DGTMB Versus Project #15, di DGTMB SHOP Yogyakarta (2015), “Deklarasi Manifesto Performance Art” Performance art feat Senja Arumingratri. Jamming Performance Art di Taman Ekspresi Surabaya (2016), “Burn Violence” Performance art, Gelagat Buruk Remaja #7 di STKW Surabaya (2016).

 

tamara-pertamina

Tamara Pertamina (Yogyakarta)

Lahir 11 Juli 1989, di Tasikmalaya dan pindah ke Yogyakarta pada tahun 2008. Mulai dari tahun 2009, ia terlibat sebagai koordinator pelayanan kesehatan di lembaga persatuan komunitas EBENEZER, yang bergerak di bidang kesehatan, advokasi dan pemberdayaan lantas bergabung di LSM LOTUS sebagai tim pemberdayaan mulai dari tahun 2011. Proyek seni yang pernah dilakukan: Illegalloging (Jogjakarta, 2 Maret 2014), PADJAK #6 (Jakarta, 15 Juni 2014), Kidung Dumateng Para Sesujud (Magelang, 2014), Different Things We Talk About (Jakarta, 2014), Bandung New Emergence (Bandung, 2014), XXY Photography and Experimental Fashion (ViaVia, Jogjakarta, 2014), Powder Room (SPACE Galeri Pasar, Jakarta, 2015), Jogja Art Weeks #15 (PKKH UGM, Jogjakarta, 2015), #banyakbanyakproject (Langgeng Art Foundation, Jogjakarta, 2015), We Are Human Project (Januari 2014-sekarang), Tree Top Project (Juli 2014-sekarang), Aku akan bertahan (Indonesia Contemporary Art Network, Jogjakarta, 2015), Soft Sculpture Exhibition “Stitching the Gap” (Waga Gallery, Jakarta, 2015), Aku akan bertahan #APT8 (Qagoma Gallery, Brisbane, Australia 2015), ANCIENT MSG (Gertrude Contemporary, Glasshouse, Melbourne, Australia 2015), Multi Cultural Arts Victoria (Meat Market, Melbourne, Australia 2015), TAMARA photo, Video Performance, Performance Art (ViaVia, Jogjakarta, 2016).

 

taufiq-darwis

Taufik Darwis (Bandung)

Lahir di Bandung, 26 September 1986. Setelah menyelesaikan studi penyutradaraan di STSI Bandung pada tahun 2011, ia memutuskan untuk memposisikan diri sebagai teman proses – banyak menyebutnya dengan istilah dramaturg – beberapa penciptaan teater, tari dan musik yang diproduksi disekitaran tahun 2012-sekarang. Selain itu, sejak bulan Maret 2016 melakukan program ‘work in progress’ praktik kuratorial tari di Indonesia Dance Festival. Pada tahun 2014 memulai penelitian relasi teater Bandung dengan pembentukan subjek politik publiknya. Sebagian hasil penelitiannya akan dipakai dalam program Teater Arsip Komite Teater DKJ yang akan dipresentasikan bulan Desember nanti. Aktivitas lainnya, saat ini sedang merintis Yayasan Seni Pertunjukan SUA, sebuah yayasan yang mampu mendorong lahirnya ekosistem seni pertunjukan di Bandung yang  berbasis pembacaan, pelatihan dan penciptaan. Beberapa pengalaman berkesenian : sutradara pementasan “Sandek Pemuda Pekerja” karya Arifin C. Noor, produksi Syarekat Ababil, G.K Dewi Ari STSI Bandung (2010), pembicara dalam bedah buku Perjalanan Teater Kedua: Antologi Tubuh dan Kata, karya Afrizal Malna, penerbit iCAN, di TOBUCIL Bandung (2011), aktor pementasan “Siti Jenar”  karya Verdi Kastamarta, sutradara Wail Mohammad, G.K Dewi Asri STSI Bandung (2012), dramaturg dalam pementasan Ari-Ari atawa Interogasi 2, sutradara Ikbal Mulana Syarif (2013), dramaturg dan aktor dalam pementasan Maem Mendut #3: Semangka Pati, karya/sutradara Sugiyanti Ariani, Selasar Sunaryo Art Space (2014), dramaturg pementasan Kapai-Kapai karya Arifin C. Noer, sutradara Riyadhus Salihin, G.K Dewi Asri ISBI Bandung (2015), mengikuti lokakarya kuratorial tari Indonesian Dance Festival, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2016) dan tahun yang sama menjadi dramaturg pementasan Cut-Off, peraih Hibah Seni Inovatif Yayasan Kelola, Selasar Sunaryo Art Space.

[/toggle]
[/accordian]

Leave A Comment

Go to Top