Dewan Kesenian Jakarta menggelar Cipta Art Award 2026 bertajuk PRASRAVANA: Dari Benih ke Bentang. Ajang apresiasi seni rupa ini dirancang untuk memperkuat ekosistem seni rupa kontemporer Indonesia sekaligus membuka ruang bagi munculnya praktik artistik baru yang relevan, kritis, dan eksperimental.

Program ini menjadi inisiatif perdana Komite Seni Rupa DKJ dalam menghadirkan penghargaan seni rupa berskala nasional yang tidak hanya berfokus pada capaian visual karya, tetapi juga kedalaman konseptual, kontribusi terhadap diskursus seni rupa, serta relevansi sosial-budaya dari praktik artistik yang berkembang saat ini.

Mengambil istilah Sanskerta “Prasravana” yang berarti mata air atau sumber kehidupan, tema “Dari Benih ke Bentang” merefleksikan gagasan tentang pertumbuhan: bagaimana sesuatu yang kecil dan nyaris tak terlihat dapat berkembang menjadi lanskap yang luas dan bermakna. Dalam konteks seni rupa, tema ini menjadi metafora bagi lahirnya gagasan, praktik artistik, hingga ekosistem yang terus bertumbuh dan berkelanjutan.

Cipta Art Award 2026

Ketua Komite Seni Rupa DKJ, Danny Yuwanda, menyampaikan Cipta Art Award diharapkan menjadi ruang pertemuan lintas generasi perupa, kurator, akademisi, kolektor, komunitas seni, hingga publik luas. Melalui mekanisme seleksi berbasis kuratorial yang transparan dan argumentatif, program ini juga diarahkan untuk memetakan perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia, sekaligus memperkuat posisi seni rupa Indonesia dalam percakapan regional maupun global.

Ketua Komite Seni Rupa DKJ, Danny Yuwanda.

Pada akhirnya, dewan juri yang terdiri atas Evelyn Huang, Asikin Hasan, dan Ilham Nurjadin menetapkan 20 peserta sebagai finalis. Dari jumlah tersebut, lima peserta terpilih sebagai pemenang Cipta Wiyata, dua peserta meraih penghargaan Cipta Adiwarna, dan lima peserta lainnya dinobatkan sebagai pemenang Cipta Nawasena. 

“ Cukup sulit memilih pemenang, karena banyak karya-karya segar yang dikirim oleh peserta,” ujar Danny.

Nama-nama ke-12 pemenang tersebut diumumkan pada Minggu, 17 Mei 2026 di Teater Wahyu Sihombing.

Menurut Evelyn Huang, proses penentuan pemenang Cipta Art Award 2026 tidak berlangsung singkat. Dewan juri membutuhkan waktu lebih panjang karena adanya perbedaan cara pandang dalam menilai karya para finalis. Meskipun setiap kategori telah memiliki kriteria yang jelas, masing-masing juri tetap memiliki penekanan penilaian yang berbeda.

Ia menjelaskan, di antara para juri memang terdapat irisan perspektif, tetapi juga perbedaan pendekatan dalam melihat kualitas karya. Ada juri yang menitikberatkan penilaian pada kedalaman dan kejelasan konsep. Bagi Evelyn, sebuah karya perlu memiliki gagasan yang terang, terarah, dan mampu tercapai melalui bentuk artistiknya.

Pada sisi lain, terdapat pula pandangan yang lebih menyoroti penguasaan visual dan teknik. Namun, menurut sebagian juri, tahap penguasaan medium seharusnya sudah menjadi kemampuan dasar seorang seniman. Karena itu, perhatian penilaian tidak lagi semata-mata diarahkan pada teknik, melainkan pada eksplorasi artistik dan keberanian pengembangan gagasan yang ditawarkan melalui karya.

“Kira-kira perdebatan semacam itu yang membuat sebenarnya proses penjurian ini menjadi sangat bermakna untuk program award seperti ini,” kata Evelyn.

Pada akhirnya, 12 pemenang Cipta Art Award 2026 dipilih berdasarkan hasil pembahasan mendalam yang mempertimbangkan kriteria tiap kategori, sekaligus kesepakatan antara dewan juri dan penyelenggara.

Juri Cipta Art Award, Evelyn Huang.

Jadi Barometer

Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, mengatakan Cipta Art Award 2026 turut menegaskan komitmen DKJ dalam membangun infrastruktur kultural yang berkelanjutan melalui sistem apresiasi yang kredibel, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan pengetahuan seni rupa. “Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu barometer perkembangan seni rupa Indonesia sekaligus ruang tumbuh bagi generasi baru perupa Indonesia,” ujar Bambang.

Ketua DKJ, Bambang Prihadi.

Anggota Komite Seni Rupa DKJ, Wina Luthfiyya Ipnayati, menegaskan penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi etalase bagi perupa muda di DKJ Jakarta. “Tapi juga jadi penentu arah seni rupa ke depan,” kata Wina.

Anggota Komite Seni Rupa DKJ, Wina Luthfiyya Ipnayati.

Seluruh karya finalis Cipta Art Award 2026 dipamerkan di Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki. Pameran digelar pada 18-24 Mei 2026, pukul 10.00-19.00 WIB.

Program Cipta Art Award 2026 ini didukung oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki dan dimeriahkan oleh penampilan Swaramangun. 

Nama-Nama Pemenang

Pemenang Cipta Wiyata

– Ismayanti

– Karin Josephina Tani Tantiana

– Iqbal Devriyanto

– Ainur Kaheqsi

– Asmoadji

Pemenang Cipta Adiwarna

– Maryo Pratama

– Krisnan Panca Nugroho

Pemenang Cipta Nawasena

– Yosua Reydo Respati

– Bagus Sesar Eko Jaeinuri

– Dhanny Sanjaya

– Tahnia Ahista Nareswari

– Angela Sunaryo