Salah satu yang dirasa kurang hadir dalam kehidupan sastra di Indonesia adalah para kritik sastra yang berkualitas. Memang masih ada ulasan di surat kabar, majalah, dan media online, tapi mereka biasanya ditulis dengan pengetahuan yang kurang memadai. Keterbatasan ruang pemuatan juga menjadi penghambat munculnya kajian yang lebih mendalam. Kritik sastra malah lebih banyak muncul di blog-blog pribadi penulis. Menjawab persoalan tersebut, Komite Sastra DKJ menyelenggarakan Kelas Kritik Sastra.

Antusiasme terhadap kritik sastra ternyata cukup tinggi. Hal ini tampak dari peserta yang mendaftar ke panitia Kelas Kritik Sastra. Dalam jangka waktu tidak sampai sebulan terhitung dari pengumuman kelas ini dibuka, panitia menerima sebanyak 110 pendaftar. Kami melakukan seleksi dua tahap terhadap naskah contoh kritik sastra yang dikirimkan oleh para pelamar.

Dari naskah-naskah yang melewati seleksi awal, para peserta yang lolos dan nama-namanya tercantum di bawah ini dipilih langsung oleh kedua pengajar Kelas Kritik Sastra: A.S. Laksana dan Martin Suryajaya. Tulisan-tulisan yang dipilih sangat beragam gaya dan pendekatannya. Sebagian tulisan sangat akademis, sebagian lain bersifat umum-populer. Yang terpenting, di sana nampak adanya keakraban dengan teks-teks sastra yang dikaji.

Berikut adalah nama-nama orang yang lolos seleksi untuk mengikuti Kelas Kritik Sastra DKJ 2016:

  1. Adelia Savitri (Depok)
  2. Anggun Safitri (Yogyakarta)
  3. Areispine Dymussaga Miraviori (Depok)
  4. Bambang Widiatmoko (Bekasi)
  5. Rokajat Asura (Bandung)
  6. Faisal Fathur (Jakarta)
  7. Fitria Sis Nariswari (Depok, Jawa Barat)
  8. Harry Isra M (Jakarta)
  9. Heru Joni Putra (Jakarta)
  10. Maharddhika (Bogor)
  11. Mohammad Rokib (Lamongan, Sidoarjo Jawa Timur)
  12. Ni Made Purnama Sari (Jakarta)
  13. Niduparas Erlang (Serang, Banten)
  14. Sartika D. Nuraini (Sawangan, Depok)
  15. Sebastian Partogi (Sawangan, Depok)
  16. Setyo A. Saputro (Jakarta)

Selamat kepada peserta terpilih!

Kelas KritiK Sastra akan diselenggarakan dalam delapanĀ pertemuan, dimulai pada Agustus hingga September 2016 di kantor Dewan Kesenian Jakarta, jalan Cikini Raya No.73 Jakarta Pusat. Peserta terpilih akan dihubungi melalui telepon dan e-mail oleh panitia untuk persiapan.